Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Buku and Novel’ Category

1 Liter of Tears by Elex Media Komputindo

Berapa waktu lalu jalan-jalan ke Gramed*a, Author nemuin buku yang lama dah author cari, ya 1 Liter of Tears atau Ichi Rittoru no Namida. Buku keluaran Elex ini kayaknya agak sedikit berbeda dengan buku Ichi Rittoru no Namida yang sebelumnya Author punya (original lho). Buku ini tetap menceritakan bagaimana Kitou Aya yang Terkena Ataxia menjalani hari-harinya sejak umur 14 tahun dengan penuh warna. Buku ini menceritakan setiap detil yang dihadapi oleh Aya yang dikemas layaknya buku harian (Nikki). Didalam buku ini author tidak menemukan puisi-puisi yang di buat Aya waktu bersekolah di SLB, padahal puisi-puisi ini yang membuat Aya dikenal banyak pihak. Cerita tentang Aya yang pernah dicontek kedalam sinetron bertajuk “Buku Harian Nayla” yang diperankan oleh Chealse Olivia ini benar-benar cukup menggambarkan kondisi Aya yang sebenarnya. Lebih dari 8 Bab dengan lebih dari 25 sub bab didalamnya, kita akan dibawa menuju ke keadaan dimana Aya harus menghadapi penyakit tersebut. Dalam buku ini kita juga dapat melihat bagaimana emosi yang tidak labil yang ditunjukkan oleh Aya dalam menghadapi setiap keadaan, dan penuturan serta kesaksian dari Shioka, Ibu Aya, serta dari Dokter yang menangani Aya, dalam menangani penyakit Aya. Jika anda seorang penikmat Dorama Ichi Rittoru no Namida yang diperankan oleh Sawajiri Erika, mengkin akan menemukan banyak perbedaan didalamnnya namun sebenarnya tidaklah jauh berbeda. kita dapat menggabungkan kedua cerita tersebut dan meleburkannya menjadi cerita besar tentang Aya. Buku yang sebenarnya Aya terbitkan lebih dari 40 buah itu dikemas dengan baik oleh Elex. banyak poin penting yang dapat kita sadur dari cerita Aya, yaitu bagaimana kita tak boleh menyerah akan sebuah keadaan dan menyadarinya sebagai kelebihan sambil terus hidup dengan usaha dan kerja keras. Ada beberapa kalimat yang Author suka dalam buku ini saat Aya mengatakan “Dokter, apakah saya dapat menikah”~”Sensei, atashi kekkon dekiru” tapi si Dokter malah mengatakan “Tidak” dan kemudian memberikan penjelasan yang kemudian Aya mengerti, Atau saat Dokter yang menangani Aya mengatakan “Saya selalu menceritakan cerita itu pada Pasien-pasien saya agar mereka memiliki semangat, namun sebenarnya Saya yang merasa kembali semangat“. Cerita Aya ini selalu saja membuat saya (Author) bersemangat kembali saat menghadapi masa-masa sulit. Kalian harus baca itu, dan resapi setiap maknanya.

Read Full Post »

Buku satu ini memang patut untuk di baca, sudah lama sebenarnya saya ingin mengulas buku ini. Sebenarnya saya ingin mengulas 1 Litre of Tears untuk awal ulasan tentang buku namun ternyata bahan yang saya punya kurang lengkap. Sebenarnya dulu saya sudah mempunyainya secara lengkap namun entah saya simpan dimana ternyata ga ketemu-ketemu. Tapi ya sudah, ini dia ulasannya buku “Aku Terlahir 500gr dan Buta” oleh Miyuki Inoue.

 

Buku ini berceritakan kisah seorang gadis muda yang terlahir prematur dan menderita kebutaan sejak kecil. Dimulai saat Inoue Michiyo mengandung seorang anak dalam kandungannya, namun saat kandungannnya sudah mencapai bulan ke-6 Michiyo mendapatkan kabar buruk. Calon suaminya, ayah dari anak yang dikandungnya meninggal dalam kecelakaan lalu-lintas. Namun Michiyo tidak dapat menghadiri pemakaman calon suaminya tersebut dikarenakan hubungannya dengan orang tua calon suaminya tidak baik. Orang tua calon suaminya menentang keras hubungan mereka, padahal saat itu Michiyo sedang mengandung cucu mereka. Keadaan Michiyo makin lama makin buruk sehingga akhirnya Michiyo harus melahirkan bayinya secara prematur. Dan kemudian lahirlah Inoue Miyuki. Saat lahir badannya sangatlah kecil hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa beratnya 500 gr. Dokter yang menanganinya bersalin telah pesimis akan keadaan bayi tersebut. Bayi tersebut ditempatkan dalam inkubator. Hal ini lah yang membuat Miyuki kebutaan, karena zat-zat oksigen yang ada dalam inkubator tersebut bila di konsumsi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan bayi prematur mengalami kebutaan. Namun Michiyo tetap percaya bahwa anaknya dapat berjuang melawanm itu semua dan ternyata benar. Miyuki kecil selalu mendapat kesulitan dalam lingkungannya karena keperbedaannya, namun Michiyo tidak mendidiknya secara lembut namun Michiyo mendidiknya keras. Michiyo selalu mengatakan bahwa “Miyuki karena kamu terlahir buta kamu harus berjuang lebih keras”. Michiyo selalu menanamkan sifat pantang menyerah akan semua hal, seperti saat Miyuki naik sekuter, Naik Sepeda, memotong sayuran, mengambil telur, belajar, membaca Braille, dan masih banyak lagi. Miyuki sempat tertekan akan semua hal itu. Michiyo selalu keras padanya hingga Miyuki selalu menjulukinya “Ibu Setan”, Miyuki pun sempat menjuluki ibunya seperti “Yakuza”. Namun akhirnya Miyuki mengerti kenapa Ibunya selalu keras. Miyuki bercita-cita menjadi juara dalam lomba mengarang SLB tingkat nasional, dan benar ternyata Miyuki memenangkannya lewat kisah masa kecilnya akan semua hal baik saat ia lahir atau perlakuan ibunya yang keras. Kini ia kembali menjalani hidupnya dengan kesederhanaan, dengan kerja kerasnya, dan dengan sikap pantang menyerahnya terhadap hidup.

 

Buku ini baik untuk di baca karena pesan moral yang terkandung dalam buku ini patut untuk kita contoh. Kisah nyata dari Miyuki ini akan mengantarkan kita pada tangis bahagia, tangis haru bahkan hingga tertawa terbahak-bahak akan kisah hidupnya yang dipenuhi warna. Miyuki sendiri menulis buku ini dengan gaya bahasa yang lugas dan gampang untuk dicerna serta ditambah dengan penerjemahannya dalam bahasa indonesia sangatlah bagus dan sangat mudah untuk dimengerti oleh semua tingkatan umur. Michiyo pun turut menulis buku yang berceritakan kisah hidupnya menjalani kehidupannya itu serta pemikiran-pemikirannya akan hidup Miyuki nantinya apabila Michiyo tutup usia dan harus meninggalkan Miyuki. Kalian harus membacanya dan resapi baik-baik apa arti dari hidup serta perjuangannya yang patut diteladani.

 

21 Juli 2008

Takahashi Niko Kaze

Read Full Post »