Buku satu ini memang patut untuk di baca, sudah lama sebenarnya saya ingin mengulas buku ini. Sebenarnya saya ingin mengulas 1 Litre of Tears untuk awal ulasan tentang buku namun ternyata bahan yang saya punya kurang lengkap. Sebenarnya dulu saya sudah mempunyainya secara lengkap namun entah saya simpan dimana ternyata ga ketemu-ketemu. Tapi ya sudah, ini dia ulasannya buku “Aku Terlahir 500gr dan Buta” oleh Miyuki Inoue.
Buku ini berceritakan kisah seorang gadis muda yang terlahir prematur dan menderita kebutaan sejak kecil. Dimulai saat Inoue Michiyo mengandung seorang anak dalam kandungannya, namun saat kandungannnya sudah mencapai bulan ke-6 Michiyo mendapatkan kabar buruk. Calon suaminya, ayah dari anak yang dikandungnya meninggal dalam kecelakaan lalu-lintas. Namun Michiyo tidak dapat menghadiri pemakaman calon suaminya tersebut dikarenakan hubungannya dengan orang tua calon suaminya tidak baik. Orang tua calon suaminya menentang keras hubungan mereka, padahal saat itu Michiyo sedang mengandung cucu mereka. Keadaan Michiyo makin lama makin buruk sehingga akhirnya Michiyo harus melahirkan bayinya secara prematur. Dan kemudian lahirlah Inoue Miyuki. Saat lahir badannya sangatlah kecil hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa beratnya 500 gr. Dokter yang menanganinya bersalin telah pesimis akan keadaan bayi tersebut. Bayi tersebut ditempatkan dalam inkubator. Hal ini lah yang membuat Miyuki kebutaan, karena zat-zat oksigen yang ada dalam inkubator tersebut bila di konsumsi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan bayi prematur mengalami kebutaan. Namun Michiyo tetap percaya bahwa anaknya dapat berjuang melawanm itu semua dan ternyata benar. Miyuki kecil selalu mendapat kesulitan dalam lingkungannya karena keperbedaannya, namun Michiyo tidak mendidiknya secara lembut namun Michiyo mendidiknya keras. Michiyo selalu mengatakan bahwa “Miyuki karena kamu terlahir buta kamu harus berjuang lebih keras”. Michiyo selalu menanamkan sifat pantang menyerah akan semua hal, seperti saat Miyuki naik sekuter, Naik Sepeda, memotong sayuran, mengambil telur, belajar, membaca Braille, dan masih banyak lagi. Miyuki sempat tertekan akan semua hal itu. Michiyo selalu keras padanya hingga Miyuki selalu menjulukinya “Ibu Setan”, Miyuki pun sempat menjuluki ibunya seperti “Yakuza”. Namun akhirnya Miyuki mengerti kenapa Ibunya selalu keras. Miyuki bercita-cita menjadi juara dalam lomba mengarang SLB tingkat nasional, dan benar ternyata Miyuki memenangkannya lewat kisah masa kecilnya akan semua hal baik saat ia lahir atau perlakuan ibunya yang keras. Kini ia kembali menjalani hidupnya dengan kesederhanaan, dengan kerja kerasnya, dan dengan sikap pantang menyerahnya terhadap hidup.
Buku ini baik untuk di baca karena pesan moral yang terkandung dalam buku ini patut untuk kita contoh. Kisah nyata dari Miyuki ini akan mengantarkan kita pada tangis bahagia, tangis haru bahkan hingga tertawa terbahak-bahak akan kisah hidupnya yang dipenuhi warna. Miyuki sendiri menulis buku ini dengan gaya bahasa yang lugas dan gampang untuk dicerna serta ditambah dengan penerjemahannya dalam bahasa indonesia sangatlah bagus dan sangat mudah untuk dimengerti oleh semua tingkatan umur. Michiyo pun turut menulis buku yang berceritakan kisah hidupnya menjalani kehidupannya itu serta pemikiran-pemikirannya akan hidup Miyuki nantinya apabila Michiyo tutup usia dan harus meninggalkan Miyuki. Kalian harus membacanya dan resapi baik-baik apa arti dari hidup serta perjuangannya yang patut diteladani.
21 Juli 2008
Takahashi Niko Kaze
hmm..aku juga udah baca..
emang bagu bukunya, tapi ga ‘wah’ banget juga..
salut juga dengan cara hidup mereka yang ‘unik’
@maskarina
Iya buku ini mang bagus tapi tergantung para pembaca bagaimana menilainya, tapi hidup Miyuki mang unik banget dan patut di teladani. thanks atas komennya.
hehe, nik aq pinjem bukunya klo kmu punya………..:D
@Narulight
wah kamu koq baru ini mengunjungi rumah tercinta ku ini. ya ntar aku pinjemin bukunya sih biasa tapi ceritanya luar biasa.